Sabtu, 16 Juni 2012

VANGUARD - Sex, Lies and Cigarettes (2)


"Indonesia adalah Negara Marlboro Baru"

Untuk orang barat seperti saya, melangkah turun dari pesawat di Indonesai, terasa seperti mundur dalam waktu. Semua iklan yang kita lewati dipilar-pilar bandara ini adalah iklan untuk rokok. Gencaran iklan-iklan rokok baru dapat dirasakan di jalanan. Cara marketing yang sudah banyak hilang di negara-negara barat, sekarang menyelimuti indonesia.





 Di kamar hotel, saya hidupkan tv dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya melihat iklan rokok. Setelah itu saya lihat beberapa lagi. Iklan-iklan yangmenghubungkan rokok dengan gambaran kebebasan, petualang dan paling banyak, gaya kaum muda.



Iklan-iklan rokok yang melimpah tidak hanya ditemukan di ibu kota Jakarta saja. Bahkan dijalan berdebu desa-desa kecil. Ini satu-satunya aspek pemandangan indonesia yang selalu ada. Rudi Baihaqi bekerja untuk lemabag perlindungan anank di Sumatera, ditempay yang sama anak ini merokok. Dimana banyak orang melihat faktor humor waktu Aldi Rizal merokok seprti seorang profesional, Rudi sangat terkejut dan dia segera pergi kedesa dimana video tersebut dibuat. 




Untuk industri tembakau, indonesia menawarkan wilayah baru yang subur dan sangta menarik. Dengan peraturan pemrintah yang sdikit atau tidak ada untuk industri tembakau, Indonesia adalah negara Marlboro yang baru

Indonesia adalah negara terpadat ke empat didunia, tempat tinggal 240 juta jiwa, dan banyak cinta sepak bola dan rokok.tujuh puluh persen pria disini merokok, dan kita tidak harus susah-susah mencari alasaannya. Di negara dimana sepak bola adalah raja, tim Nasional mereka secara resmi disponsori oleh Djarum, salah satu indsutri pembuat roko terbesar. Dan itu hanya mulanya

“seperti yang anda lihat, ini dalah salah satu jalan paling padat di Jakarta. Dan itu adalah spanduk besar untuk promosi”. Jadi layar LCD ini hanya memainkan iklan rokok 24 jam sehari ? Ya, dan anda dapat lihat permainan skateboard dan anda akan lihat betapa kerennya jika anda memilikinya. Snowboarding, tidak ada salju di Indonesia. Dan itu konser yang mereka danai. Kalau bukan untuk orang muda, untuk siapa lagi...?


Ita rahma, besar di desa miskin diluar Jakarta. Pertama kali dia melihat peringatan bahaya rokok adalah sebagai mahasiswa berumur dua puluhan di Australia. Sebagai salah satu dari kelompok kecil pengawas tembakau. Dia menghadapi pekerjaan yang hampir tak dapat ditanggulangi di Indonesia. Bebas dari banyak peraturan dan restriksi yang menghambat usaha mereka di barat. Cara marketing agresif Industri tembakau di tempat seperti ini tentu saja mendapatkan hasil. Satu dari empat pemuda diantara umur tida belas dan lima belas, merokok...



bersambung... (3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar