Jumat, 15 Juni 2012

VANGUARD - Sex, Lies and Cigarettes (1)


Tulisan ini diambil dari sebuah video anti rokok yang berjudul Sex, Lies and Cigarettes. Saya buat bersambung menjadi 5 tulisan agar kawan-kawan tidak bosan membacanya. Semoga menjadi wawasan baru untuk kawan-kawan semua khususnya tentang industri rokok. Selamat membaca


"Indonesia adalah surga bagi industri rokok dan neraka bagi kita"

Ini adalah cerita mengejutkan tentang bagaimana kemundurun rokok di Barat, telah memberi dorongan kepada industri tembakau untuk memburu konsumen baru di negara-negara miskin di dunia.

Mereka mengerahkan semua sumber daya untuk membawa produk yang sama, tipuan yang sama dan penipuan praktek pemasaran dan mebawanya ke seluruh dunia. Mungkin 2 kebohongan yang paling menghancurkan dalam sejarah bisnis di dunia adalah : merokok tidak menyebabkan penyakit dan kita tidak memasarkanya kepada anak kecil.


Di Times Square New York City kita dapat temukan iklan-iklan untuk hampir semua barang. Tapi ada satu produk yang tidak ditemukan diantara papan-papan iklan yang berbinar-binar. Iklan-iklan rokok telah banyak dilarang di Amerika Serikat. Saya dapat sampaikan bahwa terakhir kali saya membeli rokok adalah sewaktu saya berumur 15 tahun.

Berapa harga rokok ini ? Dua belas dollar. Dua belas dollar ? lumayan mahal. Benar sekali, satu bungkus rokok harganya 12 dollar. New York adalah tempat termahal diAmerika untuk membeli rokok.  Berapa harga rokok ini sebelumnya..? enam dollar waktu saya buka toko ini. Itu sebagian besar dikarenakan oleh Pajak-Sin besar yang ditetapkan baru-baru ini pemerintah dan negara bagian dalam usahanya untuk mencegah konsumen untuk merokok. Efeknya cukup terasa jika dulu penjual mampu menjual 3 dos per hari saat ini hanya satu dos perhari karena terlalu mahal.

Kota yang dijuluki kota apel besar ini tidak selalu baik pada industry rokok. Itulah yang dibanggakan oleh Walikotanya, Michael Bloomberg, “ Yang paling penting bagi kita adalah kita tidak lagi banyak melihat orang merokok diluar bar dan restoran. Hanya beberapa, dan kalau kita jalan melewati mereka, mereka akan sembunyikan rokok mereka karena malu.”

Sangat berbeda sekali dengan pola hidup sebelumnya. Tidak terlalu lama dulu, Amerika disebut Negara Marlboro. Iklan-ilan TV saat itu menunjukan kejayaan insdustri rokok. Rokok masih murah, kira-kira sama harganya dengan permen. Kita dapat merokok dimana saja dan sepertinya semua orang mendorong kita untuk “lakukan saja”. Selebritis mendukung rokok, dokter-dokter mendukung rokok. Bahkan Fred Flinstone mendukung rokok.  Pada awal tahun 60-an separuh orang dewasa di Amerika merokok. Bisnis sangat besar saat itu. Tetapi industri rokok bernyali untuk menutupi satu fakta yang buruk ,  bahwa rokok adalah satu-satunya produk yang bila digunakan dengan benar akan membunuh separuh dari penggunanya dalam jangka panjang.

Kampanye gerakan anti rokok diluncurkan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2006. Bukti menunjukan bahwa kampanye ini berhasil.  Sekarang ini anak-anak yang merokok berkurang 50% dari delapan tahun yang lalu, ini adalah statistik yang bagus.


Tetapi problem kesehatan dalam skala global masih berlangsung. Malahan ancaman tersebut menjadi lebih besar. Rokok dalam abad ini, akan membunuh satu milyar orang kalau kita tidak bertindak. Itu adalah pembunuhan terbesar dan pembunuh yang paling dapat dicegah.
Satu milyar kematian dan delapan puluh persen kematian tersebut akan terjadi di negara berkembang. Kesitulah industri tembakau bertujuan dalam upaya untuk menutupi pendapatan yang hilang di Amerika dan Eropa. Industri tembakau sedang berburu konsumen baru di negara-negara termiskin di dunia.

BERSAMBUNG.. (2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar