![]() |
| jumielvia.wordpress.com |
Saya menikah pada usia 24 tahun, 1 tahun lebih cepat dari
yang saya rencanakan. Tergolong sebagai kelompok nikah muda. Kalo dibilang
nekat, bisa juga. Saya bertemu calon mertua 1 pekan setelah saya sidang skripsi.
Jika banyak teman-teman kuliah saya yang bilang kalo sidang skripsi itu
mengerikan, maka bagi saya “disidang” calon mertua lebih ngeri dari pada
disidang oleh dosen.
Skripsi saya susun selama 1 tahun, mewawancara 450 orang
responden. Mewakili populasi pemilih di Kota Cimahi. Skripsi saya membahas
kekalahan Megawati vs SBY pada Pilpres 2004. Hasilnya skripsi saya setebal 300
halaman karena memang hasil survey harus saya bahas satu persatu. Rekor sebagai
skripsi paling tebal difakultas masih saya pegang sampai dengan saat ini, he ..he..
he. Saya sangat mengusai isi skripsi saya 100%, bahkan saya sudah bisa
memprediksi pertanyaan apa saja yang akan diajukan oleh penguji. Hasilnya 100%
prediksi saya benar. Lima Jam saya mempertahankan hasil penelitian skripsi
saya, Alhamdulillah nilai A saya dapatkan. Itulah mengapa saya bilang sidang skripsi
tidak mengerikan bagi saya.





