Tampilkan postingan dengan label X-Files. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label X-Files. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Apakah isu pemanasan global akan dipakai sebagai alat membuat satu pemerintahan dunia ?

Tanggal 7-19 Desember 2009 , PBB menyelenggarakan konferensi perubahan iklim di Kopenhagen. Lalu apa gunanya konferensi tersebut ? Seorang penasehat sains mantan perdana menteri Inggris, Margaret Thatcher, menjawabnya. Menurutnya tujuan konferensi itu adalah untuk menciptakan satu tata pemerintahan dunia yang baru, sesuatu yang dikuatirkan namun telah diduga oleh banyak orang.


Selama ini kita hanya menerima apa yang diberitakan media-media mengenai pemanasan global, kita disuguhi dengan isu-isu yang menakutkan seperti :

Pemanasan global akan mengkiamatkan bumi.

Es di Arktik akan lenyap pada tahun 2020 dan akan menenggelamkan sebagian besar kota di dunia.

Bumi akan melepuh pada tahun 2100.

Perlu konsensus global untuk melawan efek pemanasan global.

dan bla..bla...bla.

Selasa, 03 Januari 2012

Seorang ilmuwan pro pemanasan global mengakui tidak ada bukti adanya pemanasan global

Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah kenapa hampir tidak ada media massa yang meliput pidato Prof. Mojib Latif pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin.


Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Teori konspirasi Pemanasan Global. Dalam tulisan itu saya menceritakan bahwa pandangan Al Gore mengenai pemanasan global yang diterima oleh banyak orang ternyata mendapat tentangan dari banyak ilmuwan. Salah satu penyebabnya adalah adanya data penelitian yang menunjukkan bahwa bumi tidak mengalami pemanasan global dalam dekade ini. Nah kali ini, Al Gore dan pendukungnya kembali mendapat tamparan, bukan dari lawan politiknya, melainkan dari salah seorang ilmuwan yang pro dengannya.

Konspirasi pemanasan global - mempertanyakan motivasi Al Gore

Bukankah menarik bagaimana masalah kita menjadi semakin global : peperangan global terhadap terorisme, krisis ekonomi global, perlunya mata uang tunggal dunia, perdagangan global tanpa batas, dan tentu saja pemanasan global. Sementara para ilmuwan, aktivis lingkungan dan politisi berkumpul untuk membahas isu pemanasan global, dunia bersatu dibawah komando satu orang, Al Gore. Benarkah seluruh dunia bersatu ?

Masalah global membutuhkan solusi global. Demikian yang sering disebut oleh para pemimpin dunia. Dan itu juga yang mereka lakukan ketika berkumpul di Bali pada Desember 2007 untuk membicarakan isu ini. Pada konferensi tersebut yang kelihatannya mencapai keputusan dengan sangat payah, Amerika Serikat dibawah pemerintahan Bush dianggap sebagai anak nakal karena dengan enggan menyetujui resolusi bersama itu. Dan Gore mengecam pemerintahan Bush karenanya.